Akibat Kurang Tidur, 6 Penyakit Seram Menanti

Jakarta, Jam tidur ideal orang dewasa setiap malamnya adalah 7 hingga 8 jam per hari. Hal ini bukan hanya berguna terhadap kebugaran Anda di pagi hari saja, tetapi kurangnya jam tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan masalah pada kesehatan Anda.

Berikut 6 masalah kesehatan yang dapat terjadi akibat kurangnya jam tidur, seperti dilansir prevention, Senin (16/7/2012) antara lain:

1. Penyakit Kardiovaskular

Tidur yang cukup sangatlah penting untuk kesehatan jantung Anda. Dalam jurnal Sleep yang diterbitkan tahun 2010, dicantumkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung.

Para peneliti di West Virginia University School of Medicine meninjau ulang data dari 30.397 orang yang berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh National Health Interview pada tahun 2005. Berdasarkan tinjauan tersebut, diketahui bahwa orang yang memiliki jam tidur kurang dari 7 jam setiap malam berisiko terhadap penyakit jantung.

Bahkan wanita di bawah usia 60 tahun yang hanya tidur 5 jam atau kurang di malam hari, memiliki risiko 2 kali lipat mengembangkan penyakit jantung.

2. Diabetes

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes pada tahun 2011, peneliti dari University of Chicago dan Northwestern University menemukan bahwa ketika penderita diabetes tipe 2 tidak memiliki jam tidur yang mencukupi di malam hari, akan meningkatkan kadar glukosa dalam darah hingga 9 persen.

Selain itu, kurang tidur juga dapat meningkatkan kadar insulin hingga 30 persen dan meningkatkan resistensi insulin pada penderita diabetes tipe 2 hingga 43 persen.

3. Kanker Payudara

Peneliti dari Tohuku University Graduate School of Medicine di Jepang melakukan penelitian terhadap 24.000 wanita yang berusia 40 sampai 79 tahun dan menemukan bahwa peserta yang memiliki jam tidur kurang dari 6 jam setiap malamnya memiliki risiko kanker payudara 62 persen lebih besar dibandingkan peserta yang tidur hingga 9 jam setiap malam.

4. Masalah pada Kandung Kemih

Dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh American Urological Association tahun 2011, para peneliti dari New England Research Institute menyatakan bahwa kurangnya jam tidur di malam hari meningkatkan risiko masalah pada kesehatan kandung kemihnya.

Penelitian tersebut dilakukan terhadap 4.145 pria dan wanita dewasa dan peneliti menemukan bahwa orang yang memiliki jam tidur kurang dari 5 jam setiap malamnya dan yang telah terjadi selama 5 tahun meningkatkan risiko nokturia hingga 80 sampai 90 persen.

Nokturia adalah kondisi kesehtan yang mengharuskan seseorang bangun di malam hari untuk buang air kecil atau jika tidak Anda dapat mengompol ketika tidur. Para peneliti menyatakan bahwa kurangnya tidur dapat menyebabkan peradangan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan masalah pada kandung kemih.

5. Kanker

Dalam sebuah studi terhadap 1.240 orang pada tahun oleh para peneliti dari Case Western University, menemukan bahwa orang yang tidurnya kurang dari 6 jam di malam hari berisiko menderita polip kolorektal yang dapat menjadi kanker hingga 47 persen dibanding orang yang memiliki jam tidur yang cukup.

6. Kematian

Sebuah studi yang dilakukan selama 10 tahun terhadap 16.000 orang oleh para peneliti di Copenhagen University menghubungkan antara kurang tidur dengan peningkatan risiko kematian.

Ternyata orang-orang di bawah usia 45 tahun yang tidak memiliki jam tidur yang cukup setiap malamnya memiliki risiko kematian dua kali lipat dibandingkan orang yang memiliki jam tidur yang cukup. Hal ini terjadi karena banyaknya efek buruk kurangnya jam tidur malam terhadap kesehatan seseorang.

(ir/ir)

Sumber: http://health.detik.com
(Foto: ThinkStock) 

Peranan vitamin C dalam mencegah penyakit jantung telah menjadi perdebatan dunia penelitian selama bertahun-tahun. Dan perdebatan itu akan segera berakhir ketika sebuah penelitian baru berhasil menemukan manfaat protektif vitamin C. ...
Orang yang mengalami stres membawa risiko terkena hipertensi 1,2 kali lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mengalami stres. Hal ini dikatakan Hardinsyah dari Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Ekologi Manusia (Fema) ...
Penderita Hepatitis Harus Rajin Harus Disiplin Minum Obat
Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Seminar Hepatitis di Kantor Kemkes, Jakarta (28/07). Acara yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, ...
Peningkatan kadar protein yang dinamakan Retinol Binding ProteinĀ  (RBP4) mengindikasikan pertumbuhan lemak perut tebal yang secara kuat dikaitkan dengan diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. ...
Kehamilan merupakan masa-masa yang menyenangkan karena Anda akan segera menyambut kehadiran sang buah hati. Karena itu, untuk menjaga keselamatan janin Anda, ada baiknya lebih teliti dalam menangani semua gejala sekecil ...
Vitamin C Kurangi Resiko Penyakit Jantung pada Wanita
Stres Berisiko 1,2 Kali Sebabkan Hipertensi
Penderita Hepatitis Harus Rajin Harus Disiplin Minum Obat
Tes lemak perut Anda bagi yang berisiko diabetes
Waspadai Komplikasi Awal Kehamilan