Program Imunisasi Berhasil Tekan Morbiditas dan Mortalitas 7 Penyakit di Indonesia

Program Imunisasi berhasil menekan morbiditas dan mortalitas tujuh penyakit di Indonesia (Tuberkulosis, Polio, Difteri, Tetanus, Pertusis, Campak, dan Hepatitis B), meskipun untuk eradikasi, eliminasi, atau reduksi dari penyakit-penyakit ini masih diperlukan keras dan cerdas.
Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH, dalam Pertemuan Koordinasi dalam Rangka Persiapan Tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin dan Kampanye Imunisasi Tambahan Campak dan Polio 2011 di 17 Provinsi. Turut hadir dalam pertemuan ini, Staf Ahli Kementerian Dalam Negeri Bidang Pemerintahan, Dr Made Suwandi Msoc.sc; Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE; Gubernur; Ketua dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi; Kepala Dinas Kesehatan Provinsi; Perwakilan WHO SEARO, Dr. Monir Islam; Perwakilan WHO dan UNICEF untuk Indonesia.

“Pembasmian penyakit ini bukan hanya menghilangkan penderitaan, morbiditas, mortalitas dan disabilitas pada manusia yang diakibatkannya, tetapi juga menghilangkan kerugian moril dan materil”, jelas Menkes.

Kasus polio sudah tidak ditemukan lagi di Indonesia sepanjang lima tahun terakhir ini. Tetapi upaya eradikasi polio masih harus dilanjutkan untuk mewujudkan Indonesia Bebas Polio, sebagai bagian dari upaya eradikasi polio regional dan global. Untuk kasus tetanus maternal dan neonatal telah dinyatakan mencapai tahap eliminasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO di sebagian wilayah Indonesia. Selain itu, langkah-langkah mewujudkan reduksi dan eliminasi campak di Tanah Air masih harus dilaksanakan.

Salah satu tantangan yang dihadapi, setelah penerapan desentralisasi ada Pemerintah Daerah yang tidak menempatkan imunisasi sebagai prioritas dalam alokasi anggarannya. Padahal, keberhasilan Program Imunisasi sangat ditentukan oleh kuatnya komitmen, dukungan biaya operasional, dan dukungan sumber daya lainnya dari jajaran Pemerintah Daerah.

“Pemerintah Pusat telah menyediakan vaksin, alat suntik, dukungan rantai dingin atau cold chain untuk seluruh Indonesia dan menyediakan Bantuan Operasional Kesehatan atau BOK untuk seluruh Puskesmas. Maka, menjadi tanggung-jawab Pemerintah Daerah setempat untuk menyukseskan program imunisasi dengan semua dukungan yang menjadi kewenangan dan urusannya, demi kesehatan dan kesejahteraan rakyat di wilayah otonominya”, ujar Menkes.

Tantangan lain adalah berbagai perubahan di masyarakat yang menuntut kepiawaian seluruh jajaran pemerintah dalam berkomunikasi dan meyakinkan seluruh lapisan masyarakat, baik tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, media masa, dan swasta, tentang pentingnya dukungan dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat dalam seluruh program kesehatan, termasuk program imunisasi.

Program Imunisasi di Indonesia dimulai pada tahun 1956 dan pada tahun 1990, kita telah mencapai status Universal Child Immunization (UCI), yang merupakan suatu tahap dimana cakupan imunisasi di suatu tingkat administrasi telah mencapai 80% atau lebih. Tetapi kita masih memiliki tantangan mewujudkan 100% UCI Desa/Kelurahan pada tahun 2014, yang berarti cakupan imunisasi di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia telah mencapai 80% atau lebih.

Indonesia bersama seluruh negara anggota WHO di Regional Asia Tenggara telah menyepakati tahun 2012 sebagai Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin atau Intensification of Routine Immunization (IRI). Hal ini sejalan dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional atau GAIN UCI yang bertujuan meningkatkan cakupan dan pemerataan pelayanan imunisasi sampai ke seluruh desa di Indonesia.

Untuk maksud tersebut, pada tanggal 18 Oktober 2011 akan dilaksanakan Pencanangan Kampanye Pemberian Imunisasi Tambahan Campak dan Polio kepada Balita di 17 Provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Lampung, Papua, NTB dan seluruh Provinsi di Kalimantan dan Sulawesi.

Melalui kesempatan tersebut, Menkes mengharapkan dukungan dan partisipasi seluruh pihak bagi suksesnya Tahun Intensifikasi Imunisasi Rutin dan membantu menggerakkan Kampanye Pemberian Imunisasi Tambahan Campak dan Polio kepada Balita di 17 Provinsi.

Sumber: http://depkes.go.id 

Penderita Hepatitis Harus Rajin Harus Disiplin Minum Obat
Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia, Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Seminar Hepatitis di Kantor Kemkes, Jakarta (28/07). Acara yang dibuka secara resmi oleh Menteri Kesehatan RI, dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, ...
Menerapkan Green Hospital di Rumah Sakit
JAKARTA– “Pada tahun 2020 semua rumah sakit di Indonesia harus sudah menerapkan Green Hospital”. Demikian disampaikan dr. Supriyantoro, Sp.P, MARS, Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan pada Seminar Green Hospital tanggal ...
Jamu harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
Komitmen pemerintah untuk mengangkat jamu sebagai obat asli Indonesia cukup tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan arahan Presiden RI pada Gelar Kebangkitan Jamu tahun 2008, yang berharap jamu dapat menjadi brand ...
Upaya Kemkes Wujudkan Aksesibilitas, Keterjangkauan, dan Akuntabilitas Imunisasi di Indonesia
Program imunisasi merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan di suatu negara. Program ini akan dapat diakses, terjangkau dan bersifat akuntabel apabila sistem pelayanan kesehatan sudah memiliki akses yang bersifat ...
Rokok Masih Jadi Penyebab Utama PTM
Penyakit Tidak Menular (PTM) atau juga disebut Non Communicable Disease (NCD) merupakan salah satu tantangan utama dunia kesehatan, khususnya di negara-negara berkembang di dunia termasuk Indonesia. Dengan pemerintah yang ...
Penderita Hepatitis Harus Rajin Harus Disiplin Minum Obat
Menerapkan Green Hospital di Rumah Sakit
Jamu harus jadi tuan rumah di negeri sendiri
Upaya Kemkes Wujudkan Aksesibilitas, Keterjangkauan, dan Akuntabilitas Imunisasi
Rokok Masih Jadi Penyebab Utama PTM